`

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Juli 2010

Perusahaan Traveling Angkasa Yang Paling Terkenal

www.haxims.blogspot.com
Era baru penerbangan luar angkasa komersial dimulai. Roket Falcon 9 dari perusahaan Space Exploration Technologies (SpaceX) telah diluncurkan dari Florida, Jumat 4 Juni 2010 lalu.

SpaceX tak sendirian menembus atmosfer untuk mengirim kargo dan astronot ke luar angkasa.

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA diketahui telah meminta SpaceX dan perusahaan lain, Virginia's Orbital Sciences untuk membangun roket tak berawak untuk mengirim kargo ke stasiun luar angkasa internasional.

Setelah itu, SpaceX berencana memodifikasi kapsul Orien rancangan Lockheed Martin sebagai sekoci stasiun luar angkasa. Sementara, perusahaan raksasa Boeing juga berharap bisa menyediakan awak pesawat komersial penerbangan luar angkasa.

Beberapa perusahaan kecil juga berambisi membangun roket luar angkasa untuk mengangkut manusia ke ke langit. Sudah ada enam perusahaan dalam daftar.

1. Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX)
www.haxims.blogspot.com
Nama pesawat: Dragon dan Falcon 9, bisa memuat 7 penumpang atau kurang -- jika disatukan dengan pengangkutan kargo.

Pendiri perusahaan: Elon Musk, pendiri situs pengiriman uang, PayPal, kekayaan senilai US$ 100 juta dari kekayaan Musk dan US$ 20 juta dari investor luar.

Lokasi: Hawthorne, Kalifornia, mulai beroperasi 2002

Penerbangan: Debut peluncuran roket pada 2010. Sementara penerbangan pertama akan dilakukan pada 2011.

Dua roket SpaceX yang tak berawak, Dragon dan Falcon 9, awalnya ditujukan untuk mengangkut kargo ke stasiun luar angkasa internasional. Dragon akan siap menerbangkan astronot dalam watu tiga tahun setelah menerima kontrak dari NASA.

2. Orbital Sciences
www.haxims.blogspot.com
Nama pesawat : Cygnus dan Taurus 2, Cygnus didesain sebagai pesawat tak berawak.

Pendiri: David W. Thompson, Bruce W. Ferguson, Scott L. Webster, dengan kekayaan: Sekitar US$ 1 miliar

Lokasi: Dulles, Virginia, mulai beroperasi pada 1982
Rencana penerbangan ke luar angkasa : 2011

Orbital Science memiliki kontrak senilai US$ 1,9 miliar dengan NASA untuk menyediakan delapan misi pengiriman kargo ke stasiun luar angkasa internasional menggunakan Cygnus dan Taurus 2. Peluncuran direncanakan pada 2011 dari Pulau Wallops, Virginia.

Orbital belum mengumumkan rencana mengubah Cygnus menjadi pesawat berawak.

3. Blue Origin
www.haxims.blogspot.com
Nama pesawat: New Shepard, setidaknya bisa mengangkut 3 astronot
Pendiri: Jeff Bezoz, yang juga pendiri Amazon.com
Lokasi: Kent, Washington, mulai beroperasi 2004
Rencana peluncuran roket, pertengahan 2010

Perusahaan ini menutup rapat informasi tentang rencana peluncuran manusia ke luar angkasa. Namun Blue Origin telah menguji prototipe pesawatnya, New Shepard di Texas.

Awal tahun ini, NASA memilih Blue Origin untuk mengembangkan sistem penyelamatan astronot dan membangun prototipe kapsul ruang komposit sebagai bagian dari program peluncuran awak komersial.

4. Bigelow Aerospace

www.haxims.blogspot.com
Nama pesawat : Sundancer -- bisa memuat 3 kru dan BA-330 -- bisa memuat enam penumpang.
Pendiri: Robert Bigelow, dengan kekayaan perusahaan US$ 180 juta dari kekayaan Bigelow.
Lokasi: Utara Las Vegas, Nevada, mulai beroperasi 1999
Rencana peluncuran roket: 2015

Roket Sundancer dan BA-330 diharapkan menjadi stasiun luar angkasa, bukan sekedar roket. Pendiri perusahaan, Robert Bigelow bermimpi mengembangkan stasiun di Bulan dengan teknologi inflatable. -- dapat dipompa.

Meski Bigelow tak punya roket atau pesawat luar angkasa untuk terbang ke stasiunnya, perusahaan itu sudah bekerjasama dengan Boeing dalam rangka penyediaan awak pesawat.

5. SpaceDev/ Sierra Nevada Corp.
www.haxims.blogspot.com
Nama pesawat: Dream Chaser, bisa mengangkut 4 penumpang dalam penerbangan suborbital, dan 6 dalam penerbangan orbital.

Pendiri perusahaan: Jim Benson (meninggal), digantikan oleh Fatih Ozmen
Lokasi: Poway, Kalifornia, mulai beroperasi 1997
Rencana mengangkasa: sedang dalam pengembangan

SpaceDev berbasis di Kalifornia, dimiliki sepenuhnya oleh Sierra Nevada Corp. Perusahaan ini telah mengembangkan Dream Chaser -- pesawat yang dapat mengangkut kru dan kargo ke luar angkasa, melalui roket Atlas 5.

Pada bulan Februari, Sierra Nevada memenangkan proyek senilai US$ 20 juta dari NASA untuk melanjutkan pembangunan Dream Chaser's.

6. Virgin Galactic
www.haxims.blogspot.com
Nama pesawat: SpaceShip Two, bisa mengangkut enam penumpang dan dua pilot.

Pemilik: miyuner Inggris, Sir Richard Branson, sekaligus sebagai penyedia dana.

Lokasi: London, Inggris dan Spaceport, New Mexico, mulai beroperasi pada 2004.

Rencana penerbangan: akhir 2011 atau awal 2012.

Pesawat milik Virgin Galactic dirancang untuk tamasya ke luar angkasa. Penumpang yang ingin jadi wisatawan diharuskan membayar sekitar S$ 200 ribu per kursi.

Sementara, pesawat induk, WhiteKnightTwo-- bisa dimodifikasi untuk peluncuran roket kecil atau satelit untuk NASA atau pengguna lain.

SpaceShipTwo dirancang oleh insinyur luar angkasa Burt Rutan. Ini adalah versi yang lebih besar dari SpaceShipOne, yang terbang dengan sukses di penerbangan suborbital pada tahun 2004.

Rabu, 28 Juli 2010

Microsoft Siapkan Antivirus untuk Jaringan

Microsoft telah menghadirkan aplikasi antivirus gratis Security Essentials versi beta terbarunya. Meski masih versi beta, pada aplikasi tersebut kini Microsoft menyediakan perlindungan baru yakni serangan berbasis jaringan.

Microsoft Security Essentials (MSE) kini berintegrasi dengan Internet Explorer agar dapat secara lebih baik melindungi pengguna dari ancaman berbasis web. Ini diyakini dapat membuat sistem mampu mencegah script berbahaya yang ingin beroperasi.

Sebenarnya, versi MSE yang ada saat ini juga bisa mendeteksi script berbahaya saat script tersebut masuk ke dalam cache Internet Explorer. Namun, hal itu sudah terlambat untuk melindungi pengguna.

Seperti dikutip dari Ars Technica, 23 Juli 2010, bagi pengguna Windows Vista dan Windows 7, MSE versi baru ini dapat menyediakan perlindungan terhadap eksploit dengan memeriksa trafik jaringan dan memblokir koneksi yang mencurigakan.

Sayangnya, versi beta dari Microsoft Security Essentials baru ini tersedia secara terbatas. Menurut Microsoft, pengguna yang bisa menguji coba aplikasi tersebut hanyalah mereka yang tinggal di Amerika Serikat, Israel, Brazil, dan China, meski pengguna dari Inggris juga dilaporkan berhasil men-download dan menginstalasikannya.

Pengguna dari kawasan lain kemungkinan besar harus menunggu versi final dari aplikasi pengamanan sederhana tersebut.

Selain itu, perlu diperhatikan, fasilitas pengamanan jaringan ini tidak tersedia bagi pengguna Windows XP. Pasalnya, fitur tersebut bergantung pada fasilitas Windows Filtering Platform yang baru disediakan pada Windows Vista ke atas.
Sumber

Sabtu, 24 Juli 2010

Sumber Minyak Melimpah di Luar Angkasa

Di tengah cadangan minyak semakin menipis dan harga yang bergejolak, siapa menyangka kalau nun jauh di luar angkasa terdapat sumber minyak yang sangat melimpah dan lebih besar dari seluruh cadangan minyak di Bumi. Baru-baru ini para peneliti menyiarkan bahwa Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus yang beratmosfer tebal, menyimpan kandungan gas alam dan cairan hidrokarbon lain ratusan kali lipat lebih banyak dari yang terkandung di Bumi.

Sejauh ini telah ditemukan beberapa ratus danau dan laut di daerah kutub utara Titan. Untuk mendapatkan gambaran potensi sumber daya alam disana, ilmuwan mengukur kedalaman perairan disana dengan menggunakan pembanding danau-danau di Bumi, dimana kedalaman danau seringkali kurang dari 10 meter.

"Dengan demikian kita tahu kedalaman beberapa danau lebih dari 10 meter, karena mereka tampak sangat gelap di radar. Kalau dangkal, kita akan dapat melihat dasarnya," kata Ralph Lorenz dari laboratorium fisika terapan di John Hopkins University.

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan pemantauan melalui wahana Cassini milik NASA, yang telah menuntaskan survei terhadap 20 persen permukaan Titan. Hasil pantauan tersebut juga memperlihatkan bahwa kandungan sumber daya alam di beberapa wilayah di bulan itu saja sudah lebih banyak dari semua kandungan sumber daya alam di bumi (minyak bumi, gas alam dan batu bara).

Meskipun demikian, para peneliti juga mengatakan bahwa Titan tidak dapat ditinggali manusia. Menurut mereka, permukaanya tidak mengandung air, melainkan hidrokarbon cair dalam bentuk methane dan ethane, sementara daratannya terbentuk dari tholins. Kondisi ini diduga serupa dengan Bumi pada waktu sebelum ada kehidupan.

"Kami memperkirakan kodisi serupa juga terdapat di daerah kutub selatan, namun kami belum tahu berapa jumlah kandungan cairan disana," kata Ralph. Menurut dia, data ini penting karena umur hidup Titan tergantung dari berapa banyak jumlah methane yang terkandung dalam zat cair disana.

Lanjutnya, jika kandungan methane habis, maka suhu disana akan semakin dingin, yang saat ini diketahui minus 179 derajat Celcius. Asumsi sementara, kandungan methane tersebut semakin berkurang melalui letusan gunung api, yang diperkirakan telah menyebabkan fluktuasi suhu yang dramatis di masa lalu.

"Memahami kompleksitas yang terjadi di Titan dapat membantu kita memahami asal-usul kehidupan di alam

Rabu, 14 Juli 2010

Robot Mata-mata Baru Militer AS

Markas Departemen Pertahanan Amerika Serikat akan memproduksi kendaraan jenis 'nano aerial vehicles (NAV), berukuran mini yang bisa terbang. Tugasnya, memata-matai musuh di area perkotaan.

Seperti dimuat laman Christian Science Monitor, alat tersebut akan menyerupai burung Hummingbird atau Kolibri --jenis burung terkecil di dunia yang beratnya bisa hanya 1,8 gram. Meski kecil, alat ini dilengkapi sensor canggih dan bisa terbang melalui jendela gedung yang terbuka untuk melaporkan balik posisi musuh.

Proyek yang diberi nama Nano Aerial Vehicle (NAV) ini dibiayai oleh Lembaga Riset Pertahanan AS atau Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).

Tujuannya, mengembangkan suatu kendaraan kecil, ultra-ringan untuk kepentingan misi militer di perkotaan. Alat ini tak hanya harus bisa terbang di luar maupun dalam ruangan, tapi harus selincah burung -- mampu naik turun secara vertikal serta terbang ke samping kiri dan kanan.

Alat mata-mata ini didesain dengan warna hijau, dan akan berwujud seperti burung dengan dilengkapi teknologi Nano Scout (Nano Sensor Covert Observer in Urban Terrain) -- yang memungkinkan alat ini dikontrol dari jauh.

NAB akan digerakkan dengan energi baterai, seperti halnya burung, alat ini juga bisa mengepakkan sayap seberat dua gram dan panjang 3 inchi.

Menurut manajer program DARPA, Todd Hylton 'burung' seberat 10 gram ini bisa terbang 10 meter per detik, dan bisa menahan hembusan angin hingga kecepatan 2,5 meter per detik.

"Saat ini, robot mungil ini baru bisa terbang selama 20 detik. Suatu saat nanti, dengan sedikit kerja keras, kami akan membuat robot burung yang andal, yang bisa membuat hati musuh ketar-ketir," kata Hylton, seperti dimuat.

Robot mata-mata buatan Pentagon
Cek TKP

Kamis, 01 Juli 2010

Si Penemu Video Game

Ralph H. Baer, terlahir 8 Maret 1922, seorang Jerman yang tinggal di Amerika sejak kecil. Menjadi seorang insinyur televisi yang saat itu masih jarang, Ralph menciptakan sebuah permainan di televisi yang saat itu sedang ia kerjakan sekitar tahun 1966, di perusahaan bernama Sanders. Penemuan ini dikembangkan hingga menjadi protoip konsol game pertama yang dinamakan Brown Box, dan dipatenkan pada tahun 1968. Paten ini telah mendapatkan banyak ujian yang hingga kini masih tercatat benar sebagai video games pertama. Paten ini dilisensi oleh Magnavox Oddysey yang menjadikan dia sebagai game konsol pertama di dunia pada tahun 1972.

http://i156.photobucket.com/albums/t29/nightwheel/RalphHBaerAutograph.jpg


http://www.ralphbaer.com/images/Brown%20Box%20multigame.jpg

http://www.pcgameshardware.com/screenshots/medium/2009/08/Brown-Box-0.jpg

Tidak lama Baer juga menemukan kontrol pistol untuk video games yang bisa dimainkan di televisi, juga merupakan yang pertama di dunia, digunakan di Magnavox Oddysey.
Ralph Baer tetap bekerja di Sanders hingga pensiun pada 1987. Sejak 1983, Baer bersama kawannya menciptakan beberapa peralatan permainan di bawah nama MicroPROS Technology Solutions. Baer juga merupakan anggota senior seumur hidup dari perkumpulan insinyur IEEE.

http://pongmuseum.com/history/_picts/baer/Baer-portrait_tennisBW-web.jpg

http://www.gooddealgames.com/articles/Ralph%20Baer%20Trip/BrownBox_Int.jpg

http://www.gooddealgames.com/articles/PhillyClassic_04/Brown%20Box%203.JPG

Atas kontribusinya terhadap perkembangan dunia dan teknologi, Ralph Baer mendapatkan National Medal of Technology dari George Bush pada 13 Februari 2006, atas penemuannya yang memulai era industri video game.

Rabu, 30 Juni 2010

Terrafugia, Mobil Terbang Pertama Di Dunia

The Terrafugia Transition, pesawat terbang yang bisa berubah menjadi mobil atau sebaliknya, akan diproduksi besar-besaran. Terrafugia telah mendapat izin pesawat dengan beban khusus, dari Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

Seperti dilansir Telegraph.co.uk, edisi Selasa 29 Juni 2010, pesawat-mobil ini merupakan satu-satunya kendaraan yang secara hukum diizinkan untuk beroperasi resmi.

Bagaimana metamorfosa kendaraan ini? Saat berada di jalan raya, kendaraan ini bisa dipacu dengan kecepatan standar. Saat menjadi mobil, kendaraan ajaib ini melipat sepasang sayapnya.

Artinya, bila menemukan area yang cocok dijadikan untuk bandara dadakan, kendaraan ini bisa segera beraksi. Cukup dengan 'bandara' berukuran sepertiga dari bandara normal, atau sekitar 500 meter, pesawat ini bisa lepas landas. Sayap lipat bertenaga listrik bisa mengembang.

Saat berada di udara, kecepatannya bisa mencapai sekitar 115 meter perjam, dengan jarak tempuh mencapai sekitar 760 kilometer. Beban yang diangkut bisa mencapai 200 kilogram.

Terrafugia sangat mengutamakan keselamatan penumpang. Termasuk dalam penerbangan dalam cuaca buruk. Pilot atau sopir dapat dengan mudahnya kembali ke rumah dan memasukkan pesawat ke garasi mobilnya.

Hingga kini tercatat 70 orang sudah memesan kendaraan ini. Dengan merogoh kocek sekitar Rp 90 juta sebagai tanda jadi, pesawat sudah bisa dipesan. Rencananya, pesawat-mobil ini akan dilego Rp 1,76 miliar.

Dana tanda jadi itu disimpan di pihak ketiga. Tujuannya, bila perusahaan itu bankrut sebelum barang tiba di lokasi, maka dana akan dikembalikan.

Cek TKP

Pusat Peluncuran SatelitSegera dibangun di Biak

Rusia tetap berharap bisa segera membangun pusat peluncuran satelit di Pulau Biak, Papua. Namun, proyek itu terus "mengapung" selama bertahun-tahun karena belum tuntasnya kesepakatan antar pemerintah kedua negara menyangkut hal teknis, misalnya menyangkut jaminan perlindungan teknologi roket.

Demikian menurut Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov. Menurut Ivanov, proyek yang siap dikerjakan oleh perusahaan Russian Air Launch Aerospace tersebut belum bisa diimplementasikan karena belum tercapai kesepakatan final mengenai "missile technology safeguard" antara pemerintah Indonesia dan Rusia.

Rusia siap melaksanakan proyek itu kapan saja bila perjanjian telah ditandatangani. Sekarang, semua tergantung pada pemerintah Indonesia.

"Saya hanya bisa bilang kalau bola ada di tangan Indonesia. Semua tergantung pada Indonesia, kami [bahkan] siap mengimplementasikannya besok kalau perjanjian telah tercapai dan ditandatangani," kata Ivanov di Pusat Kebudayaan Rusia, Jakarta, Kamis 6 Mei 2010.

Ivanov mengatakan, dia sudah mengunjungi Pulau Biak dan berbicara dengan pemimpin suku setempat. "Saya jelaskan bahwa implementasi proyek ini akan membuka peluang yang sangat baik bagi penduduk lokal karena mereka akan terlibat dalam pembangunan infrastruktur, mereka akan dapat pekerjaan, belajar profesi baru, dan terlebih lagi Rusia juga akan membangun sekolah dan rumah sakit di sana yang akan sangat berguna bagi penduduk lokal," terang Ivanov.

Menurut dia, bila terwujud, perusahaan lokal juga akan dilibatkan dalam proyek itu.

Negosiasi mengenai kesepakatan yang belum dituntaskan tersebut, kata Ivanov, sedang berlangsung.

Pasalnya, Rusia merupakan anggota dari mekanisme internasional yang mengatur perlindungan teknologi roket atau rudal (Missile Technology Control Regime), sedangkan Indonesia tidak masuk dalam mekanisme itu. Maka, harus ada semacam kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Rusia.

"Saya kira kalau kesepakatan itu telah ditandatangani, kita bisa mulai implementasi praktis dari proyek yang sangat penting ini karena bila ini sudah diimplementasikan, Indonesia akan menjadi space state [negara yang mampu meluncurkan program ke luar angkasa]," kata Ivanov.

Posisi Pulau Biak sangat dekat dengan dengan garis khatulistiwa. Maka Rusia memandang peluncuran dari Biak dapat menghemat biaya lebih murah delapan hingga sepuluh kali lipat.

"Kami di Rusia punya teknologi unik untuk peluncuran satelit komersial bukan dari permukaan Bumi, tetapi dari sebuah pesawat yang sangat besar, sangat ramah lingkungan, dan berbiaya efektif. Itulah kenapa kami mengajukan pada Indonesia untuk melaksanakan proyek tersebut," kata Ivanov.

Cek TKP

Kamis, 06 Mei 2010

Teknologi Terbaru Mengemudi Menggunakan Mata

Lelah memegang setir mobil? Mungkin Anda harus mencoba teknologi terbaru ini. Para ilmuwan Jerman telah mengembangkan teknologi terbaru yang memungkinkan mengemudi mobil hanya dengan menggunakan mata.

Peneliti Universitas Free Berlin, Raul Rojas, mengatakan, teknologi ini bekerja berdasarkan gerak mata pengemudi. Mobil ini membaca arah gerak mata dan berjalan ke manapun mata diarahkan.

Rojas dan timnya mempresentasikan prototipe teknologi ini di bawah naungan langit biru yang cerah di sebuah lahan bekas bandara di ibu kota Jerman.

Mobil dengan teknologi terbaru itu melintasi landasan pacu Bandara Tempelhof. Pengemudi mobil tanpa setir ini menggunakan pandangannya untuk menyetir. Mobil ini seperti mobil hantu, tanpa tangan yang mengemudikan.

Dengan teknologi ini, memungkinkan dikendalikan dengan kecepatan hingga 30 mil per jam atau 50 kilometer per jam.

"Target berikutnya, mobil ini bisa dikendalikan dengan kecepatan 60 mil per jam," kata Rojas.

Ditambahkan dia, tantangan terbesar yang dihadapi mobil ini adalah rintangan, pejalan kaki atau kendaraan lain.

Saat ini, solusi masalah itu, pengemudi mobil tanpa setir cukup melihat ke kaca spion untuk mengemudikan mobil.

Jika nantinya teknologi ini dikomersialkan, soal keselamatan jadi tanda tanya besar. Bagaimana jika pengemudi melihat pemandangan bagus, atau terpana melihat gadis cantik selama beberapa detik?

Belum lagi, soal gangguan panggilan telpon, atau saat pengemudi harus mengirimkan pesan pendek?

Hal itu juga jadi pertimbangan para peneliti. Mobil yang dinamai 'Spirit of Berlin' atau 'Jiwa Berlin' adalah mobil otomatis yang dilengkapi navigasi GPS, beberapa kamera, laser, dan scanner yang memungkinkan mobil ini mengemudikan dirinya sendiri, sesuai perintah pengemudi.

"Mobil ini bisa melakukan apapun. Bisa secara otomatis maupun mengikuti panduan mata pengemudi," kata Rojas.

"Mobil akan berhenti di persimpangan dan meminta panduan dari pengemudi." Prosesnya hanya butuh beberapa detik.

Untuk menunjukan kemampuan mobil yang kompromis, Rojas melompat di depan mobil yang sedang berjalan dalam kecepatan 10 mil per jam. Untung, mobil itu langsung berhenti seketika.

"Tepat waktu, aku sangat beruntung," kata Rojas.

Jika merasa kesulitan menjalankan ini dengan mata. Ada alternatif lain, menggunakan iPhone sebagai remote control mobil.

Mobil ini juga akan dilengkapi sistem konvensional untuk menghentikan lajunya, dilengkapi dua tombol darurat besar di bagian belakang mobil. Tinggal pencet, semua sistem tertutup. (JNO)

(Sumber: Viva News)